Sabtu, 23 Mei 2015

proses produksi bola basket

PROSES PRODUKSI
PEMBUATAN BOLA BASKET

 






Disusun oleh :
Ewaldus Credo Eukharisto
145214013


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DARMA YOGYAKARTA
2015





KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan berkat dan kasih karunia-Nya kepada penulis karena dapat menyelesaikan laporan persentasi tentang “Proses Produksi Pembuatan Bola Basket”. Laporan ini disusun sebagai salah satu tugas mata pelajaran Proses Produksi.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi sempurnanya makalah ini, khususnya dari dosen mata pelajaran, guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi penulis untuk lebih baik  di masa yang akan datang.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi pembaca semua.
                                                                   

Yogyakarta, 21 Mei  2015


Penyusun





DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB I ( PENDAHULUAN )
A. Latar Belakang
B. Tujuan
BAB II ( PEMBAHASAN )
A. Sejarah
B. Proses Produksi Bola Basket
Daftar Pustaka




BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri dari dua tim yang beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang milik lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena bisa dilakukan di ruang terbuka dan di ruang tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Selain itu Bola basket merupakan salah satu cabang olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di seluruh dunia, antara lain di Eropa Selatan, Amerika Selatan, Lithuania, China, dan juga di Indonesia.

B. Tujuan

          Untuk menambah wawasan untuk para pembaca tentang proses produksi bola  basket dan jenis produk bola lainnya


BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah

Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield,Massachusetts, beliau membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswanya pada masa liburan musim dingin di New England. Karena terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Dr. James Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada tanggal 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu. 

Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.

B. Proses produksi Bola Basket

          Dalam struktur bola basket lama dan bola basket modern memiliki perbedaan struktur lapisannya, bola basket modern lebih megutamakan bentuk yang lingkar, sedangkan bola basket modern mengutamakan akselerasi pantulan, bentuk, dan pentulan bola. Hal itu dikarenakan pada jaman sebelum Dr. James Naismith mengluarkan peraturan permainan bola basket, pemain hanya melempar dan memasukan bola kedalam keranjang tanpa memantulkan bola ke tanah.
         
Bentuk lapisan bola basket modern atau bola basket sekarang ini telah memiliki lapisan yang tebal dan kuat. Bagian – bagian lapisan bola basket moderen terdiri dalam 4 lapisan, yaitu :
-         BLADDER : bagian dalam dari bola yang mempertahankan tekanan udara untuk inflasi yang tepat dan retensi udara.    
-         WINDING : gulungan benang pada seluruh permukaan Bladder yang menambahkan daya tahan dan integritas struktural untuk bola. Sering kali terbuat dari nilon    
-         Carcass: Menyediakan struktur, bentuk dan perlindungan untuk komponen bagian dalam dari bola.    
-         COVER: Menyediakan pegangan untuk pemain. Penutup dapat dibuat dari karet atau bahan komposit.

Dari bentuk lapisan tersebut, bola basket modern dapat memudahkan pemain dalam memantulkan bola ketanah dan melempar bola ke ring  basket maupun pemain lain.
Pada proses produksinya sendiri, bola basket memiliki tahap – tahapan yang sangat penting untuk menunjang keakurasian dan kesempurnaan bentuk bola basket yang diinginkan.

1.    Tahap pembentukan BLADDER bola

Pada tahap ini, pemilihan jenis karet yang akan dipakai sangat mempengaruhi kualitas tekanan udara pada bola. Setiap pabrik biasanya lebih memilih karet buatan dari pada karet alami karena sifat homogenitasnya yang sangat baik. Untuk membuat Bladder dengan kualitas baik, biasanya karet buatan diproduksi dengan cara penyampuran karet yang terbuat dari 80 % karet butir dan 20% karet alam.
Pemberian karbon hitam pada karet alam atau karet buatan dapat menambahkan kuat ikatan antar partikel dalam karet. Melalui proses pengerollingan dengan mesin rolling, karet akan dicampur dengan serbuk karbon hitam. Sampai pada kehomogenitasa karbon yang baik. Ciri – ciri  karet karbon hitam yang baik adalah warna hitam gelap yang merata.
Setelah proses pencampuran karet dengan karbon hitam yang menghasilkan karet sit, akan dilakukan pengrollingan lagi untuk membuat ketebalan lembaren karet yang sesuai untuk pembuatan Bladder. Biasanya pabrik memasang ketebalan sebesar 0,6 – 0,9 cm. selama ini, mesin akan memotong karet yang sudah berukuran yang sesuai menjadi bentuk lembaran – lembaran. Setelah itu, lembaran – lembaran tersebut akan dicek apakah lembaran karet tersebut memiliki lubang atau tidak. Lembaran karet yang telah dicek, akan dikirim kepada agen yang akan melubangi dan memasang dudukan pentil untuk masuknya udara kedalam Bladder.
Setelah pemberian dudukan pentil, lembaran karet akan memasuki proses Bladder cut. Dalam proses ini, karet akan dilipat sedemikian rupa dan ditekan dengan suhu tinggi didalam mesin Bladder Cut.
Dalam  suhu < 160 C°,  mesin akan menekan dan memotong karet. Karet akan melekat dengan sendirinya  akibat  pemanasan selama proses pemotongan dan akan berbentuk bulat sempurna. Sisa – sisa karet akibar proses Bladder cut tadi, dapat dimanfaatkan kembali menjadi lembaran karet lagi dengan proses penyatuan dengan mesin roll.
Bladder  yang sudah jadi akan dipasankan pentil kembali dan akan dimasukan kedalam mesin Curing Bladder untuk mematangkan bagian dalam bola. Proses pematangan ini dapat berlangsung selama 7 menit. Selama proses pematangan bagian dalam bola, harus disertakan dengan pengisisan angin dalam bola agar mendapatkan bentuk yang bulat. Pada tahap ini, ikatan pada karet akan lebih kuat.

          Setelah proses curing Bladder, bagian dalam bola tersebut akan diisi angin dan dicek, apakah mengalami kebocoran atau tidak. Setelah lolos pengecekan kebocoran, Bladder akan masuk tahap winding ( penggulungan atau pelapisan Bladder )


2.    Tahap penggulungan BLADDER ( Winding Process)

Pada tahap ini, Bladder akan diletakan dalam winding yarn on bladder machine untuk di gulung atau dilapisi dengan benang. Winding proses ( Proses penggulungan) dalam pengerjaannya biasanya menggunakan  2.100 meter benang. Dalam proses pelapisan BLADDER, ada beberapa jenis bahan pelapis, yaitu :

      Dengan Benang Nilon

    Proses winding dengan menggunakan benang nilon dipilih untuk menjaga bentuk bola dari sifat kelelaha BLADDER

      Dengan kain katun

    Proses winding dengan kain katun sering dipilih karena lebih ekonomis dan cepat dalam proses pelapisannya

      Dengan  Benang lainnya

    Polyester


3.    Tahap pembentukan CARCASS ( Bangkai )bola

Proses pembentukan carcass dilakukan dengan memasukan angin kedalam bola kemudian ditempatkan dalam cetakan berupa lembaran yang telah disusun didalam mesin dan dipanas pada 40 ° C untuk proses obligasi panel penutup untuk Carcass. Selama langkah final heat molding step ini, bagian-bagian dari strip karet dipaksa ke atas antara kesenjangan antara panel penutup untuk membentuk saluran karet.

Pembentukan CARCASS pada setiap bola berbeda-beda, hal itu tergantung bentuk struktur kulit atau cover bola yang di inginkan oleh pabrik dan fungsi bola nantinya. Pembentukan  CARCASS bertujuan untuk memisakan Bladder dengan cover bola dan membentuk saluran santai (garis udara) pada bola. Penambahkan saluran santai pada CARCASS berfungsi untuk mengikat cover bola basket pada saat dipanaskan.

  

4.    Tahap pemotongan panel untuk Cover ( kulit bola )

Panel bola biasanya terbuat dari kulit buatan dan karet yang sudah dibentuk sedemikian rupa. Pemberian Cover pada bola bertujuan untuk melindungi bagian dalam dan CARCASS pada bola agar tidak muda mengalami gaya gesek dari luar.

Lembaran panel akan dipotong dengan bentuk pisau yang sudah didisain oleh perusahan tersebut akan menghasilkan bentuk cover yang kreatif dan menarik bagi setiap orang.

Dalam era moderen ini, pabrik – pabrik sudah mampu memproduksi bermacam – macam jenis bentuk dan ukuran cover untuk bola terutapa pada proses produksi bola sepak.


5.    Tahap penempelan panel

Pada proses penempelan panel ini, lembaran – lembaran panel akan disusun didalam mesin yang akan memanaskan pada suhu < 160 C° selama 7 menit, panel – panel akan  membentuk ikatan yang kuat antar setiap panel.

Dalam beberapa hal pengerjaan, cover panel dapat dipasang dengan bebrapa cara, yaitu :

a.     Dengan menggunakan tangan

Contoh : bola voli

b.    Dengan jaitan mesin

Contoh : bola football amerika, bola rugby, bola sepak

c.     Dengan pemanasan mesin

Contoh : bola basket


6.    Tahap pemeriksaan akhir

Pada setiap proses produksi bola, pasti akan dilakukan beberapa pengujian sebelum dijual ke pasaran, hal itu untuk mengunji tingkatan kualitas bola apakah sesuai standar internasional olahraga atau tidak.

Pada proses produksi bola basket, bola akan melalui beberapa jenis pengujian, diantaranya :


a.     Uji Circumference ( bentuk permuakan)
Standar lingkaran bola basker = 29 ½“–29  ¾“
b.    Uji berat bola
Standar berat bola basket = 20 -21¼ oz
c.     Uji kelelahan bola
Standar bola basket = 20.000 pantulan
d.    Uji lambungan bola
Standar REBOUND bola = 52” – 56” ( dari
ketinggian 72” )
e.     Uji Out of Round ( akselerasi putaran )
Standar bola basket = 0.000” – 0.125”

DAFTAR PUSTAKA

Peter C Bjarkman.1999.The Biographical History of Baskerball Paperback.Scholastic Paperbacks.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar