PROSES PRODUKSI
PEMBUATAN BOLA BASKET
Disusun
oleh :
Ewaldus
Credo Eukharisto
145214013
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DARMA YOGYAKARTA
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke
hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan berkat dan kasih karunia-Nya kepada
penulis karena dapat menyelesaikan laporan persentasi tentang “Proses Produksi
Pembuatan Bola Basket”. Laporan ini disusun sebagai salah satu tugas mata pelajaran
Proses Produksi.
Kami mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat
pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi sempurnanya
makalah ini, khususnya dari dosen mata pelajaran, guna menjadi acuan dalam
bekal pengalaman bagi penulis untuk lebih baik di masa yang akan datang.
Semoga
makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi pembaca semua.
Yogyakarta, 21
Mei 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB I ( PENDAHULUAN )
A. Latar Belakang
B. Tujuan
BAB II ( PEMBAHASAN )
A. Sejarah
B. Proses Produksi Bola Basket
Daftar Pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bola basket adalah olahraga bola
berkelompok yang terdiri dari dua tim yang beranggotakan masing-masing lima
orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam
keranjang milik lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena bisa
dilakukan di ruang terbuka dan di ruang tertutup dan hanya memerlukan lapangan
yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk
bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau
melempar bola tersebut.
Selain itu Bola basket merupakan salah satu
cabang olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk
di seluruh dunia, antara lain di Eropa Selatan, Amerika Selatan, Lithuania,
China, dan juga di Indonesia.
B. Tujuan
Untuk menambah wawasan untuk para
pembaca tentang proses produksi bola basket dan jenis produk bola lainnya
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Basket dianggap
sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru
olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal
Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di
YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield,Massachusetts, beliau
membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswanya
pada masa liburan musim dingin di New England. Karena terinspirasi dari
permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Dr. James Naismith
menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada tanggal 15
Desember 1891.
Menurut cerita,
setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok
untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa
peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang
olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya
itu.
Pertandingan
resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di
tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah
seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika
Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat.
Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh
negara bagian Amerika Serikat.
B. Proses produksi Bola Basket
Dalam
struktur bola basket lama dan bola basket modern memiliki perbedaan struktur
lapisannya, bola basket modern lebih megutamakan bentuk yang lingkar, sedangkan
bola basket modern mengutamakan akselerasi pantulan, bentuk, dan pentulan bola.
Hal itu dikarenakan pada jaman sebelum Dr. James Naismith mengluarkan peraturan
permainan bola basket, pemain hanya melempar dan memasukan bola kedalam
keranjang tanpa memantulkan bola ke tanah.
Bentuk lapisan bola basket modern atau bola basket sekarang ini telah memiliki lapisan yang tebal dan kuat. Bagian – bagian lapisan bola basket moderen terdiri dalam 4 lapisan, yaitu :
-
BLADDER :
bagian dalam dari bola yang mempertahankan tekanan udara untuk
inflasi yang tepat dan retensi udara.
-
WINDING :
gulungan benang pada seluruh permukaan Bladder yang menambahkan daya
tahan dan integritas struktural untuk bola. Sering kali terbuat dari
nilon
-
Carcass: Menyediakan struktur, bentuk
dan perlindungan untuk komponen bagian dalam dari bola.
-
COVER:
Menyediakan pegangan untuk pemain. Penutup dapat dibuat dari karet atau bahan
komposit.
Dari bentuk lapisan tersebut, bola basket modern dapat
memudahkan pemain dalam memantulkan bola ketanah dan melempar bola ke ring basket maupun pemain lain.
Pada proses produksinya sendiri, bola basket memiliki
tahap – tahapan yang sangat penting untuk menunjang keakurasian dan
kesempurnaan bentuk bola basket yang diinginkan.
1. Tahap pembentukan BLADDER bola
Pada tahap ini, pemilihan jenis karet yang akan
dipakai sangat mempengaruhi kualitas tekanan udara pada bola. Setiap pabrik
biasanya lebih memilih karet buatan dari pada karet alami karena sifat
homogenitasnya yang sangat baik. Untuk membuat Bladder dengan kualitas baik,
biasanya karet buatan diproduksi dengan cara penyampuran karet yang terbuat dari 80 % karet butir dan 20% karet alam.
Pemberian karbon hitam pada karet alam atau karet
buatan dapat menambahkan kuat ikatan antar partikel dalam karet. Melalui proses
pengerollingan dengan mesin rolling, karet akan dicampur dengan serbuk karbon
hitam. Sampai pada kehomogenitasa karbon yang baik. Ciri – ciri karet karbon hitam yang baik adalah warna
hitam gelap yang merata.
Setelah proses pencampuran karet dengan karbon hitam
yang menghasilkan karet sit, akan dilakukan pengrollingan lagi untuk membuat
ketebalan lembaren karet yang sesuai untuk pembuatan Bladder. Biasanya pabrik
memasang ketebalan sebesar 0,6 – 0,9 cm. selama ini, mesin akan memotong karet
yang sudah berukuran yang sesuai menjadi bentuk lembaran – lembaran. Setelah
itu, lembaran – lembaran tersebut akan dicek apakah lembaran karet tersebut
memiliki lubang atau tidak. Lembaran karet yang telah dicek, akan dikirim
kepada agen yang akan melubangi dan memasang dudukan pentil untuk masuknya
udara kedalam Bladder.
Setelah pemberian dudukan pentil, lembaran karet akan
memasuki proses Bladder cut. Dalam proses ini, karet akan dilipat sedemikian
rupa dan ditekan dengan suhu tinggi didalam mesin Bladder Cut.
Dalam suhu <
160 C°, mesin akan menekan dan memotong
karet. Karet akan melekat dengan sendirinya
akibat pemanasan selama proses
pemotongan dan akan berbentuk bulat sempurna. Sisa – sisa karet akibar proses
Bladder cut tadi, dapat dimanfaatkan kembali menjadi lembaran karet lagi dengan
proses penyatuan dengan mesin roll.
Bladder yang
sudah jadi akan dipasankan pentil kembali dan akan dimasukan kedalam mesin
Curing Bladder untuk mematangkan bagian dalam bola. Proses pematangan ini dapat
berlangsung selama 7 menit. Selama proses pematangan bagian dalam bola, harus
disertakan dengan pengisisan angin dalam bola agar mendapatkan bentuk yang
bulat. Pada tahap ini, ikatan pada karet akan lebih kuat.
Setelah proses curing
Bladder, bagian dalam bola tersebut akan diisi angin dan dicek, apakah
mengalami kebocoran atau tidak. Setelah lolos pengecekan kebocoran, Bladder
akan masuk tahap winding ( penggulungan atau pelapisan Bladder )
2. Tahap penggulungan BLADDER ( Winding
Process)
Pada tahap ini, Bladder akan diletakan dalam winding yarn on bladder machine untuk
di gulung atau dilapisi dengan benang. Winding proses ( Proses penggulungan) dalam
pengerjaannya biasanya menggunakan 2.100
meter benang. Dalam proses pelapisan BLADDER, ada beberapa jenis bahan pelapis,
yaitu :
•
Dengan Benang Nilon
–
Proses winding dengan menggunakan benang nilon
dipilih untuk menjaga bentuk bola dari sifat kelelaha BLADDER
•
Dengan kain katun
–
Proses winding dengan kain katun sering dipilih
karena lebih ekonomis dan cepat dalam proses pelapisannya
•
Dengan Benang
lainnya
–
Polyester
3. Tahap pembentukan CARCASS ( Bangkai )bola
Proses pembentukan carcass
dilakukan dengan memasukan angin kedalam bola
kemudian ditempatkan dalam cetakan berupa lembaran yang telah disusun didalam
mesin dan dipanas pada 40 ° C untuk proses obligasi panel penutup untuk Carcass.
Selama langkah final heat molding step ini,
bagian-bagian dari strip karet dipaksa ke atas antara kesenjangan antara panel
penutup untuk membentuk saluran karet.
Pembentukan CARCASS pada
setiap bola berbeda-beda, hal itu tergantung bentuk struktur kulit atau cover
bola yang di inginkan oleh pabrik dan fungsi bola nantinya. Pembentukan CARCASS bertujuan untuk memisakan Bladder
dengan cover bola dan membentuk saluran santai (garis udara) pada bola. Penambahkan
saluran santai pada CARCASS berfungsi untuk mengikat cover bola basket pada
saat dipanaskan.
4. Tahap pemotongan panel untuk Cover ( kulit bola
)
Panel bola biasanya terbuat
dari kulit buatan dan karet yang sudah dibentuk sedemikian rupa. Pemberian
Cover pada bola bertujuan untuk melindungi bagian dalam dan CARCASS pada bola
agar tidak muda mengalami gaya gesek dari luar.
Lembaran panel akan dipotong
dengan bentuk pisau yang sudah didisain oleh perusahan tersebut akan
menghasilkan bentuk cover yang kreatif dan menarik bagi setiap orang.
Dalam era moderen ini,
pabrik – pabrik sudah mampu memproduksi bermacam – macam jenis bentuk dan
ukuran cover untuk bola terutapa pada proses produksi bola sepak.
5. Tahap penempelan panel
Pada proses penempelan panel ini, lembaran – lembaran
panel akan disusun didalam mesin yang akan memanaskan pada suhu < 160 C°
selama 7 menit, panel – panel akan
membentuk ikatan yang kuat antar setiap panel.
Dalam beberapa hal
pengerjaan, cover panel dapat dipasang dengan bebrapa cara, yaitu :
a. Dengan
menggunakan tangan
b. Dengan jaitan
mesin
c. Dengan pemanasan
mesin
6. Tahap pemeriksaan akhir
Pada setiap proses
produksi bola, pasti akan dilakukan beberapa pengujian sebelum dijual ke
pasaran, hal itu untuk mengunji tingkatan kualitas bola apakah sesuai standar
internasional olahraga atau tidak.
Pada proses produksi
bola basket, bola akan melalui beberapa jenis pengujian, diantaranya :
a. Uji
Circumference ( bentuk permuakan)
Standar
lingkaran bola basker = 29 ½“–29 ¾“
b. Uji
berat bola
Standar
berat bola basket = 20 -21¼ oz
c. Uji
kelelahan bola
Standar
bola basket = 20.000 pantulan
d. Uji
lambungan bola
Standar
REBOUND bola = 52” – 56” ( dari
ketinggian
72” )
e. Uji
Out of Round ( akselerasi putaran )
Standar
bola basket = 0.000” – 0.125”
DAFTAR
PUSTAKA







Tidak ada komentar:
Posting Komentar