LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNIK PENGUKURAN DEBIT ALIRAN
MATA KULIAH METROLOGI
Disusun
oleh :
Ewaldus Credo Eukharisto 145214013
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
YOGYAKARTA
APRIL 2015
TEKNIK PENGUKURAN DEBIT ALIRAN
A.
Tujuan
Pengukuran ini bertujuan
:
1.
Membantu mahasiwa memahami pengukuran
debit aliran air menggunakan Orifice Flow Meter ( Orificemeter ).
2.
Membantu mahasiswa memahami dan
memperlajari pengukuran debir air dengan menggunakan Venrurimeter.
B.
PengukuranSifatAliran
Alat ukur untuk pengukuran
debit aliran sanggat banyak jeninya dan meliputi aliran pada saluran terbuka maupun
tertutup: Watermeter, Rotameter, V-notch, Orificemeter, Venturimeter, dan lainnya.
Pengukuran debit aliran
ditunjukan melalui orificemeter dan venrurimeter.
Konstanta yang
diketahui :
g =
percepatan gravitasi ( 9,806 m/s2
)
ρ = massa jenis
air ( 1000 kg/m3
)
|
Ukuran Nominal
( inchi )
|
Diameter Luar
( mm )
|
Diameter Dalam
( mm )
|
|
1¼
|
31,75
|
29,45
|
|
1
|
25,40
|
22,00
|
|
¾
|
19,05
|
16,60
|
|
½
|
12,70
|
9,60
|
Venturi :diameter leher
( throat ) = 12 mm dan diameter sisi masuk D = 22 mm
|
Notasi
|
Satuan
|
Keterangan
|
|
P1
|
N/m2
|
Tekanan
masuk
|
|
P2
|
N/m2
|
Tekanan
pada vena contracta
|
|
H
|
m
|
Preasure
Head
|
|
Q
|
m3/s
|
Debit
Aliran
|
|
A1
|
m2
|
Luas
penampang aliran masuk
|
|
A2
|
m2
|
Luas
penampang aliran vena contracta
|
B.1. Pengukuran Debit air dengan orificemeter
Debit
Teoritis :
Q = [A2/ {√1-
(A2/ A1 )}] x [√{2g}x{( Z1+ Z1//γ)-( Z2+ Z2//γ)}] (m3/detik)
Orificemeter dengan
aliran fluida ( steady, incompressible, inviscid ) :
Dengan
posisi : mendatar ( α = 0 0 ), Z1 = Z2
Diameter
( D ) = 22 mm, Diameter Orifice ( d ) = 12 mm
A1 = Luas penampang pada diameter D ( m 2)
A2 = Luas penampang pada bagian vena contracta
B.2. Pengukuran Debit air dengan Venturimeter
Debit
Teoritis :
Q = [A2/ {√1-
(A2/ A1 )}] x [√{2g}x{( Z1+ Z1//γ)-( Z2+ Z2//γ)}] (m3/detik)
Orificemeter dengan
aliran fluida ( steady, incompressible, inviscid ) :
Dengan
posisi : mendatar ( α = 0 0 ), Z1 = Z2
Diameter
( D ) = 22 mm, Diameter Orifice ( d ) = 12 mm
A1 = Luas penampang pada diameter D ( m 2)
A2 = Luas penampang pada bagian vena contracta
C. Data Hasil Pengujian
C.1.1
Orificemeter
|
|
||||||
|
NO
|
A1
( m 2 )
|
A2
( m 2 )
|
Manometer air
|
debit (m^3/s)
|
dp
|
|
|
p1
( m 2 )
|
p2
( m 2 )
|
|||||
|
1
|
0.00038
|
0.000113
|
0.179
|
0.165
|
8.28956E-07
|
0.014
|
|
2
|
0.00038
|
0.000113
|
0.174
|
0.151
|
8.18207E-07
|
0.023
|
|
3
|
0.00038
|
0.000113
|
0.169
|
0.141
|
8.02174E-07
|
0.028
|
|
4
|
0.00038
|
0.000113
|
0.166
|
0.135
|
7.92555E-07
|
0.031
|
|
5
|
0.00038
|
0.000113
|
0.163
|
0.132
|
7.78971E-07
|
0.031
|
|
|
||||||
C.1.2
Venturimeter
|
NO
|
A1
( m 2 )
|
A2
( m 2 )
|
Manometer air
|
debit (m^3/s)
|
dp
|
|
|
p1
( m 2 )
|
p2
( m 2 )
|
|||||
|
1
|
0.00038
|
0.000113
|
0.163
|
0.1615
|
7.39999E-07
|
0.0015
|
|
2
|
0.00038
|
0.000113
|
0.145
|
0.1435
|
6.585E-07
|
0.0015
|
|
3
|
0.00038
|
0.000113
|
0.137
|
0.135
|
6.22939E-07
|
0.002
|
|
4
|
0.00038
|
0.000113
|
0.132
|
0.13
|
6.003E-07
|
0.002
|
|
5
|
0.00038
|
0.000113
|
0.13
|
0.128
|
5.9124E-07
|
0.002
|
D. Kesimpulan
Dari peraktikum pengukuran debit aliran
ini, kami dapat menyimpulkan besar debit teoritis akan semakin menurun apa bila
keran diputar untuk membuka pipa secara bertahap. Semakin besar terbukanya
keran maka semakin kecil nilai debit teoritis yang akan dihasil kan.
