Jumat, 29 Mei 2015

Contoh Laporan Praktikum Mertologi



LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNIK PENGUKURAN DEBIT ALIRAN
MATA KULIAH METROLOGI





Disusun oleh :

Ewaldus Credo Eukharisto 145214013




FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
YOGYAKARTA
APRIL 2015


TEKNIK  PENGUKURAN DEBIT ALIRAN

A.    Tujuan
Pengukuran ini bertujuan :
1.      Membantu mahasiwa memahami pengukuran debit aliran air menggunakan Orifice Flow Meter ( Orificemeter ).
2.      Membantu mahasiswa memahami dan memperlajari pengukuran debir air dengan menggunakan Venrurimeter.

B.     PengukuranSifatAliran
Alat ukur untuk pengukuran debit aliran sanggat banyak jeninya dan meliputi aliran pada saluran terbuka maupun tertutup: Watermeter, Rotameter, V-notch, Orificemeter, Venturimeter, dan lainnya.
Pengukuran debit aliran ditunjukan melalui orificemeter dan venrurimeter.
Konstanta yang diketahui :
            g          = percepatan gravitasi ( 9,806 m/s2 )
            ρ          = massa jenis air                      ( 1000 kg/m3 )

Ukuran Nominal
( inchi )
Diameter Luar
( mm )
Diameter Dalam
( mm )
31,75
29,45
1
25,40
22,00
¾
19,05
16,60
½
12,70
9,60



Orifice : diameter orifice d = 12 mm dan diameter sisi masuk D = 22 mm
Venturi :diameter leher ( throat ) = 12 mm dan diameter sisi masuk D = 22 mm
Notasi
Satuan
Keterangan
P1
N/m2
Tekanan masuk
P2
N/m2
Tekanan pada vena contracta
H
m
Preasure Head
Q
m3/s
Debit Aliran
A1
m2
Luas penampang aliran masuk
A2
m2
Luas penampang aliran vena contracta

B.1.  Pengukuran Debit air dengan orificemeter

Debit Teoritis :
    
Q = [A2/ {√1- (A2/ A1 )}] x [√{2g}x{( Z1+ Z1/)-( Z2+ Z2/)}]             (m3/detik)

Orificemeter dengan aliran fluida ( steady, incompressible, inviscid ) :
Dengan posisi : mendatar ( α = 0 0 ), Z1 = Z2
Diameter ( D ) = 22 mm, Diameter Orifice ( d ) = 12 mm
            A1        =  Luas penampang pada diameter D             ( m 2)
A2          =  Luas penampang pada bagian vena contracta       

B.2. Pengukuran Debit air dengan Venturimeter
Debit Teoritis :
Q = [A2/ {√1- (A2/ A1 )}] x [√{2g}x{( Z1+ Z1/)-( Z2+ Z2/)}]                    (m3/detik)

Orificemeter dengan aliran fluida ( steady, incompressible, inviscid ) :
Dengan posisi : mendatar ( α = 0 0 ), Z1 = Z2
Diameter ( D ) = 22 mm, Diameter Orifice ( d ) = 12 mm
            A1        =  Luas penampang pada diameter D             ( m 2)
A2          =  Luas penampang pada bagian vena contracta       

C.    Data Hasil Pengujian

C.1.1 Orificemeter






NO
A1
( m 2 )
A2
( m 2 )
Manometer air
debit (m^3/s)
dp
p1
( m 2 )
p2
( m 2 )
1
0.00038
0.000113
0.179
0.165
8.28956E-07
0.014
2
0.00038
0.000113
0.174
0.151
8.18207E-07
0.023
3
0.00038
0.000113
0.169
0.141
8.02174E-07
0.028
4
0.00038
0.000113
0.166
0.135
7.92555E-07
0.031
5
0.00038
0.000113
0.163
0.132
7.78971E-07
0.031











C.1.2 Venturimeter
NO
A1
( m 2 )
A2
( m 2 )
Manometer air
debit (m^3/s)
dp
p1
( m 2 )
p2
( m 2 )
1
0.00038
0.000113
0.163
0.1615
7.39999E-07
0.0015
2
0.00038
0.000113
0.145
0.1435
6.585E-07
0.0015
3
0.00038
0.000113
0.137
0.135
6.22939E-07
0.002
4
0.00038
0.000113
0.132
0.13
6.003E-07
0.002
5
0.00038
0.000113
0.13
0.128
5.9124E-07
0.002




D.    Kesimpulan
Dari peraktikum pengukuran debit aliran ini, kami dapat menyimpulkan besar debit teoritis akan semakin menurun apa bila keran diputar untuk membuka pipa secara bertahap. Semakin besar terbukanya keran maka semakin kecil nilai debit teoritis yang akan dihasil kan.